Berdasarkan laporan UNHCR sampai 15 Desember 2023, tercatat keseluruhan pengungsi yang berada di Aceh sejauh ini raih 1.608 jiwa, termasuk 140 orang yang bertahan dalam satu th. terakhir. Gelombang kedatangan orang Rohingya ke Aceh diwarnai sentimen negatif warganet Indonesia. Bahkan, narasi kebencian dan hoaks soal Rohingya marak beredar di fasilitas sosial.

Seperti diketahui, rohingya menjadi keliru satu isu betul-betul yang sering memperoleh sorotan berasal dari masyarakat, baik secara online dan offline.

baca juga : PPATK Temukan Aliran Dana Kampanye Yang Mencurikan

Menurut pendapat salah satu selebgram India yang beredar pada media sosial pengungsi Rohingya memiliki beberapa resiko jikaw terlalu masif datang di Indonesia.

1. Konflik Budaya

Orang Rohingya masuk kedalam Indonesia datang dengan jumlah yang sangat besar dan mereka pun membawa budaya yang sangat kental dari negara asalnya. Mereka akan merasa tidak perlu beradaptasi karena emmiliki jumlah komunitas yang besar, jadi ditakutkan pada masa depan akan banyak menimbulkan konflik.

2. Meningkatnya Aktivitas Non Legal

Warga Rohingya yang terdapat pada camp pengungsian akan terus bertambah, hal ini dibuktikan pada tahun 2017 yang menyebabkan meningkatnya jumlah populasi Rohingya menjadi semakin tinggi.

Menurut PBB pada tahun 2022 telah lahir 30.000 bayi yang lahir di camp Rohingya, karena bertambahnya populasi akhirnya camp tidak cukup untuk menampung warga Rohingya. Pada akhirnya banyak warga Rohingya yang kabur dari camp pengungsian dan banyak melakukan tindakan ilegal seperti pencurian, perampokan dan lain-lain.

3. Pengaruh Terhadap Ekonomi

Pemerintah Indonesia harus mengelurkan budget untuk dapat memberikan bantuan tempat tinggal, makan , dan lain sebagainya. Pemerintah Indonesia harus memiliki anggaran untuk dapat membayar para petugas camp yang bertugas pada camp penampungan Rohingya.