Video pembakaran ijazah yang viral di sarana sosial membawa dampak pelaku menambahkan klarifikasi lewat account Instagram pribadinya, @rebeccadimarii. Dalam unggahan Instagram Story, dijelaskan duduk perkara di balik terjadinya aksi pembakaran ijazah.

Menurutnya, alasan dirinya membakar ijazah tidak cuma karena helm yang tak kunjung dikembalikan, namun juga karena sikap si pemilik ijazah yang dinilai toxic. Dalam video viral, pelaku mengatakan bahwa ijazah yang ada di tangannya adalah ijazah asli. Lengkap dengan tanda tangan rektor serta dekan

Keduanya diketahui menjalin hubungan asmara, namun pihak perempuan sudah dambakan putus. Tak terima bakal hal itu, pria pemilik ijazah pun lakukan beraneka langkah sehingga keduanya selamanya berhubungan. Termasuk membawa helm kesayangan perempuan tersebut.

Hukuman Yang Menanti Pelaku Pembakaran Dokumen

Perbuatan membakar ijazah seseorang bisa dikenakan sanksi pidana berdasarkan Pasal 406 KUHP dan Pasal 521 UU 1/2023. Pasal-pasal berikut sesuaikan tentang mengakibatkan kerusakan atau menghilangkan barang milik orang lain, juga ijazah.

Berikut adalah kutipan dari Pasal 406 KUHP:

(1) Barang siapa bersama sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak bisa dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang semuanya atau beberapa milik orang lain, diancam bersama pidana penjara paling lama 2 th. 8 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4,5 juta.

(2) Dijatuhkan pidana yang mirip terhadap orang yang bersama sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak bisa digunakan atau menghilangkan hewan, yang semuanya atau beberapa milik orang lain.

Dan kutipan dari Pasal 521 UU 1/2023:

(1) Setiap orang yang secara melawan hukum merusak, menghancurkan, sebabkan tidak bisa dipakai, atau menghilangkan barang yang gedung atau semuanya milik orang lain, dipidana bersama pidana penjara paling lama 2 th. 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.

(2) Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud terhadap ayat (1) sebabkan kerugian yang nilainya tidak lebih dari Rp500 ribu, pelaku tindak pidana dipidana bersama pidana penjara paling lama 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori II, yaitu Rp10 juta.

Dalam konteks ini, unsur “sengaja” menjadi kunci, dan pelaku bisa dikenakan sanksi pidana jikalau perbuatannya diakui sebagai tindakan yang sengaja mengakibatkan kerusakan atau menghilangkan barang milik orang lain.

Namun, perlu diingat bahwa hukuman yang sebetulnya bisa diterapkan bakal tergantung terhadap ketentuan pengadilan setelah pertimbangkan semua aspek kasus.